TRESNA MARANG KANJENG NABI ?
( ya harus dibuktikan dalam prilaku kita).
Mumpung tanggal merah, liburan muludan, para pemuda yg biasa bercengkrama dengan mbah Kumis di serambi masjid,..mereka menyempatkan NGGRUDUG silaturahmi di rumah beliau.
Kesempatan ketemu itu dimanfaatkan untuk NGANGSU KAWRUH, masalah yg ngontek dengan sikon yg ada,..mereka to the point bertanya tentang :
Cara mencintai Kanjeng Nabi itu, rielnya gimana mbah ?
Sambil memilin-milin brengosnya, mbah Kumis dengan suara baritonnya menjawab :
Gini ya mas,..cinta atau tresna kepada Nabi tidak bisa hanya sekedar LIPS SERVICE (hiasan bibir belaka), bahwa " kami cinta Nabi ", tetapi prilaku, akhlaqnya tidak jumbuh (cocok) dengan tuntunan beliau.
Sebetulnya simpel saja,..bahwa cinta pada Nabi, tidak sekedar menggelar acara peringatan maulid, atau gebyar parade baca syair pujian kepada Kanjeng Nabi, .. tetapi cinta beliau itu, paling tidak dengan melakukan beberapa amalan di bawah ini ; begitu pesan mbah Kumis ,..yaitu :
1. Dengan memperbanyak membaca SHOLAWAT, seperti Allohumma sholli wa sallim ala Muhammad,..atau jika nama beliau disebut, kita sambut dengan : Shollollohu alaihi wasallam..dst.
2. Menjaga warisan beliau, yaitu Qur'an dan Sunnah,..dengan cara :
a. membacanya, apa selama ini sudah diagendakan untuk membacanya setiap hari ?
b. mempelajarinya, dengan tekun.
c. mengamalkannya, dengan tulus dan istikomah.
d. mensosialisasikan atau menularkannya kepada orang lain, minimal keluarga sendiri, tanpa mengenal putus asa... (menularkan itu, jangan hanya batuk, pilek dan belekennya saja ,..ajaran agama juga harus ditularkan !).
e. memperjuangkannya dan membelanya , sampai titik darah yg penghabisan, dengan cara yg benar.
3. Yang terakhir adalah : Berakhlaq Mulia, seperti akhlaq beliau Rosululloh Saw. sehingga kita bisa dicontoh, jadi model bagi yg lainnya,..dan " Isyahadu bianna muslimun ", buktikan dan saksikan pada dunia bahwa kita Muslim yg baik, berakhlaq mulia, membawa manfaat, dan bertanggung jawab, bukan biang kerok, tapi hadir membawa perubahan yg baik.
Wah,..nuwun mbah Kumis, wejanganipun, mugi bisa kita praktekkan dalam kehidupan sehari-hari ; kata para muda, sebelum pulang.
Met libur yg barokah lur...